CIPTAKAN MASYARAKAT PEDULI KELESTARIAN LINGKUNGAN, KKN UNDIP DAMPINGI UMKM DAN KWT TERAPKAN GREEN MANUFACTURING MELALUI KONSEP 3R (REDUCE, REUSE, RECYCLE)

image


SUKOHARJO (26/07/2023)-Desa Ngasinan merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo yang mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai petani. Tidak hanya menanam tanaman pertanian di lahan dan sawah, namun banyak masyarakat yang juga memanfaatkan lahan pekarangan rumahnya sebagai tempat untuk berkebun, contohnya seperti menanam terong, tomat, cabai, pohon mangga, pohon pisang, dan lain-lain. Dikarenakan penanaman dilakukan pada skala yang keci, maka dalam perawatannya sering kali kurang optimal. Seperti pemberian pupuk yang tidak dilakukan karena kebanyakan pupuk dijual dalam jumlah yang besar, sehingga harganya cukup mahal sedangkan jumlah yang dibutuhkan hanya sedikit.


Selain petani, banyak pula masyarakat Desa Ngasinan yang berprofesi sebagai wirausaha. Salah satunya yaitu dengan menjadi pelaku usaha UMKM produksi tahu. Pak Parni yang merupakan pemilik UMKM tahu mengungkapkan bahwa dalam sehari beliau dapat memproduksi sekita 200 kg.Dalam proses produksi tahu, dihasilkan cukup banyak limbah (limbah cair dan limbah padat tahu) yang masih kurang dimanfaatkan. “Sarinya kan yang ngendap ini jadi tahu, kalua airnya ini jadi limbah, ga diapa-apain lagi, dibuang”, kata Pak Parni saat Tim KKN Undip melakukan survey dikediaman beliau (21/07/2023).


Berdasarkan kedua permasalahan terkait kurang optimalnya perkebunan rumahan milik masyarakat dan kurangnya pemanfaatan limbah UMKM produksi tahu serts penggunaan sumberdaya yang ada. Maka, KKN Undip berinisiatif untuk melakukan pendampingan terkait dengan green manufacturing atau upaya untuk meminimalkan dampak buruk yang dihasilkan oleh aktivitas UMKM terhadap lingkungan, yaitu dengan menerapkan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang mana sasaran dar program ini adalah pelaku UMKM produksi tahu dan Kelompok Wanita Tani (KWT).     


Dalam pelaksanaan program ini, di hari pertama (26/07/2023) dilakukan pendampingan terhadap UMKM terkait penerapan konsep reduce (seperti mengurangi penggunaan air dan listrik), reuse (penggunaan ulang sumber daya tanpa melakukan pengolahan ulang, seperti limbah padat tahu untuk mekanan ternak), dan recycle (menjelaskan terkait potensi limbah cair tahu sebagai pupuk organik). 



Pada hari selanjutnya (2/07/2023), dilakukan pula pendapingan terhadap KWT, yang tujuannya agar mereka mampu mengimplementasikan penerapan konsep 3R di sektor terkecil, yaitu rumah tangga mulai dari hal-hal sederhana, seperti mematikan lampu ketika siang hari, mematikan air saat sudah tidak lagi digunakan, memanfaatkan ulang baju yang masih layak pakai agar umur ekonomis barnag lebih panjang ataupun menafaatkan yang sudah tidak layak pakai menjadi lap dapur, sehingga dapat mereduksi jumlah sampah fashion, dan banyak hal sederhana lainnya. Serta tentunya mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan rumah sebagai lahan berkebun dengan memanfaatkan limbah cair tahu sebagai pupuk organic sebagaimana yang akan dijelakan dan dipraktikkan secara langsung bersama dengan anggota Tim KKN Undip.


Dalam proses penyuluhan dan praktik pembuatan pupuk organik dari limbah cair tahu, para anggota KWT tampak sangat antusias menyimak materi  dan menanyakan beberapa pertanyaan. “Pupuknya cocok untuk tenaman apa aja, Mba?”, tanya salah satu anggota KWT. Untuk POC dari limbah cair tahu ini sendiri sangat cocok dan baik digunakan untuk tanaman sayur-sayuran seperti sawi, kangkung, pakcoy, cabai, tomat dan tanaman lainnya. Sebagaimana percobaan yang dilakukan oleh Tim KKN Undip yang melakukan penyiraman pada tanaman cabai dan terong untuk diamati. Selain itu, salah satu anggota KWT lain juga menanyakan terkait dengan berapa perbandingan antara POC dan air saat akan dilakukan penyiraman tanaman. Dimana, untuk hasil yang optimal perbandingan dalam membuat larutan penyiraman antara POC dan air adalah 3:17.

Dengan dilakukannya pendampingan terhadap UMKM produksi tahu dan KWT, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran mereka terkait pentingnya menjaga kelestarian lingkunga, mengoptimalkan penggunaan sumber daya seperti air dan listrik, serta pemanfaatan ulang sampah atau barang-barang yang selama ini menurut kita tidak memiliki nilai guna, padahal bisa didaur ulang menjadi sesuatu yang berguna, contohnya POC dari limbah cair tahu.


Penulis : Nirtalia Ananda Oktavia-Teknik Industri

DPL : dr. Farmaditya Eka Putra, M.Si.Med., Ph.D.